Sabtu, 30 Oktober 2010

ledakan gunung krakatau

* Home
* Daftar Isi
* Jadwal ISL 2010-2011

Gunung Krakatau, Ledakannya 30.000 Kali Bom Atom di Hiroshima

31/07/2009

gunung krakatau-6 Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang, karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

gunung krakatau-1 gunung krakatau-2 gunung krakatau-3gunung krakatau-4gunung krakatau-5 gunung krakatau-6gunung krakatau-7gunung krakatau-8

Header Krakatau 01 Header Krakatau 02 Header Krakatau 03

Blank
Action 01
Action 02
Action 03

Krakatau in action


Administratively Krakatau belongs to Lampung Province.
Krakatau located in Sunda Strait, between Java and Sumatera Island, had been wellknown and recorded in the history since the 16th century.

At that times Sunda strait became a heavy business traffic line from Europe (Holland, England, etc) to East India (Indonesia).

In this modern century Sunda Strait plays more important role as business traffic line as well as the field of geological and maritim research.
3 Anak Krakatau
Aerial View of Krakatau today

Ancient Krakatau was estimated 2,000 meters in height and radius of 9 kms.

Its great eruption happened in pre history in 416 as documented in the ancient Javanese book "Pustaka Raja", and left 3 island as the rest i.e. Rakata, Sertung and Panjang Island.
In the later expanding Rakata comes and followed by Danan and Perbuatan volcanic summits.

The latest great eruption of Krakatau volcano happened on 27th of the August 1883 and destroyed most of its body (3/4 of it). It caused big wave with 40 metres height.

Lampu Kapal
Krakatau Monument
at Teluk Betung

A stemship anchored in Teluk Betung port was thrown 2.5 kms away and washed ashore in the lower course of Kuripan river. It also caused ash and stone hail covered 300.000 squared miles or some 483 sq kms within a radius of 150 kms.
Jakarta (Batavia) and around Sunda Strait such as Anyer, Merak, Labuan, Kalianda, Teluk Betung and Kota Agung became pitch dark.

The eruption was heard from Phillippines, Alice Springs, Rodriquez Island and Madagascar. The power of its eruption was estimated to 21,547.6 atom bomb multiplied.

Besides that, the ash hail produced by the eruption caused obstruction of the view to the sun, so that it created a spectacular view as if the sun was almost gone.
Blank
Garis
Blank

After having 44 years rest, the child of Krakatau appeared in December 1927 and it is expanding until now.



Today you can come and step your foot on it searching closely the minerals (Volcanic bomb, lava, lappili) from the bottom of the earth which were thrown up through its creater.

Krakatau and its terific eruption which is recorded in the history now invites every one to come and witness for science as well as for pleasure.

Now the child of Krakatau has reached approx 200 m above sea level with the diameter of 2 kilometres.

The way to get there is from Canti located in Kalianda about an hour driving from Bandar Lampung, and the boats will take to the Karakatau area. Near by the Krakatau there are Sebuku and sabesi island as for stopover and staying over night. It only taken one and half hour from Canti.
Blank

donesia Resmi Ketua ASEAN


Artikel Terkait

* Vietnam, Tuan Rumah KTT Wanita ASEAN
* AS-ASEAN Kecam Militer Cina
* Liga Sepakbola Antarklub ASEAN Digagas

30/10/2010 21:25
Liputan6.com, Hanoi: Indonesia resmi menjabat sebagai Ketua ASEAN 2011 dan ketetapan itu diumumkan bersamaan dengan penutupan Pertemuan Puncak ke-17 ASEAN di Hanoi, Vietnam, Sabtu (30/10) malam. Dalam acara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pengumuman Indonesia menjadi Ketua ASEAN 2011 sekaligus menyampaikan visi Indonesia sebagai Ketua ASEAN dan tuan rumah pertemuan puncak ASEAN pada 2011.

Dalam pidatonya, Presiden Yudhoyono menyatakan, Indonesia menempatkan ASEAN sebagai organisasi yang sangat penting. Menurut Presiden, ASEAN adalah salah satu patokan untuk menentukan kebijakan. Sejak awal berdiri, ASEAN telah mencapai kemajuan. Indonesia, yang kembali mendapat mandat untuk menjadi Ketua ASEAN, berkomitmen untuk terus meningkatkan kemajuan organisasi itu. "Masih banyak ruang bagi ASEAN untuk bekerja dan untuk menghadapi berbagai tantangan global," kata Presiden Yudhoyono.

Sebagai Ketua ASEAN 2011, Presiden menegaskan, Indonesia akan mempercepat gerak menjadi pencapaian yang signifikan. "Kami akan mempercepat gerak, dari visi menjadi aksi, dari implementasi menjadi hasil yang nyata," katanya.

Sementara itu, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung mengucapkan selamat kepada Indonesia yang menerima jabatan ketua bergilir organisasi negara Asia Tenggara itu. "Saya berharap Indonesia sukses menjalankan fungsi Ketua ASEAN 2011," kata Nguyen Tan Dung yang menjabat Ketua ASEAN 2010 saat memberikan sambutan dalam acara penutupan Pertemuan Puncak ke-17 ASEAN.(ADO/Ant)

Liputan6.com, Sleman: Gunung Merapi terlihat tenang. Hingga Ahad (31/10) siang, belum ada tanda-tanda aktvitas Gunung Merapi bakal meningkat lagi. Kondisi ini berbeda bila dibanding hari sebelumnya, saat Merapi mengeluarkan awan panas yang disertai hujan abu vulkanik.

Kendati begitu, Merapi masih berstatus awas. Artinya, masyarakat di sekitar Merapi harus tetap waspada dan berhati-hati karena aktivitas gunung tersebut bisa meningkat sewaktu-waktu. Apalagi, masih ada 75 juta meter kubik material di dalam perut Merapi.

Saat berita ini ditulis, cuaca di sekitar Merapi mendung. Kabut tebal menutupi sebagian Merapi. Ini menyulitkan petugas di pos untuk melihat situasi Merapi secara jelas.

Sementara itu, dari malam hingga pagi tadi, setidaknya terdapat tujuh kali gempa berkekuatan kecil yang disertai kepulan asap tebal. Namun, sejak pagi hingga siang ini, asap tersebut sudah tak terlihat lagi.

Dari pengamatan SCTV, sejumlah warga memanfaatkan situasi tenang untuk menengok kediamannya. Mereka ingin melihat kondisi rumah, mengambil pakaian, atau memberi makan hewan ternak. Namun, oleh polisi yang berjaga-jaga di depan perkampungan, warga dilarang berlama-lama di rumahnya. Mereka diberi waktu sekitar 20 menit untuk selanjutnya kembali lagi ke lokasi yang lebih aman.

Sejumlah relawan juga berusaha membuka akses jalan untuk para pengungsi. Sebab, banyak pohon tumbang menghalangi jalur evakuasi, setelah Merapi erupsi kemarin. Selain membersihkan jalur pengungsi, relawan juga mengevakuasi seorang kakek yang bertahan di rumahnya.(ULF)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar